Apa yang Dimaksud dengan Network Switch?



Dalam suatu perusahaan, komunikasi antar bagian atau divisi merupakan salah satu hal yang paling penting. Mengapa? Komunikasi antar bagian atau divisi tersebut dilakukan untuk proses koordinasi terhadap apa yang akan dilakukan oleh perusahaan serta mengatur database dari perusahaan. Umumnya, bagi suatu perusahaan yang cukup besar, ada banyak informasi yang harus disimpan dan dikirimkan antar divisi. Akan tetapi, kerahasiaan database tersebut sangatlah penting agar pihak luar perusahaan tidak bisa mengaksesnya. Oleh karena itu, dalam suatu perusahaan, jaringan internal perusahaan mutlak diperlukan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengaturan tentang jaringan internal tersebut agar proses komunikasi dan transfer data dapat dilakukan dengan baik. Lantas, langkah apa yang harus dilakukan oleh perusahaan?

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan komunikasi antar bagian dalam perusahaan serta mengatur distribusi jaringan tersebut adalah dengan menggunakan network switch. Nama lain dari alat ini adalah switching hub atau bridging hub. Secara umum, switching hub merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat termasuk komputer yang tergabung dalam suatu jaringan komputer. Proses menghubungkan perangkat tersebut menggunakan packet switching. Nantinya, akan ada proses mengirimkan data ke perangkat yang dituju serta menerima data dari perangkat lainnya.  Lantas, apa saja bagian dari switching hub ini? Salah satu bagian penting yang terdapat pada switching hub adalah MAC Addresses. Bagian ini digunakan untuk mengirimkan data dari layer 2. Umumnya, MAC addresses merupakan bagian dari OSI Model. Akan tetapi, beberapa switching hub juga dapat digunakan untuk meneruskan data dari jaringan layer 3 yang sering disebut dengan multilayer switches. Untuk bisa menggunakan layer 3, maka switching hub harus ditambahkan incorporating routing.

Network switch dapat diaplikasikan dalam beberapa ruang lingkup jaringan komputer yang membutuhkan proses menerima dan mengirimkan data. Salah satunya adalah Small Office/Home Office (SOHO). Seperti namanya, switching hub digunakan dalam jaringan komputer yang ada dalam suatu kantor berskala kecil. Umumnya, switching hub yang digunakan adalah tipe single yang memanfaatkan beberapa jenis koneksi seperti internet kabel dan DSL. Sementara itu, dalam skala yang lebih besar, switching hub bisa digunakan dalam Local Area Network (LAN). Tentu saja jangkauan dari switching hub yang dibutuhkan juga lebih besar karena harus menghubungkan banyak komputer serta database yang lebih besar. Switching hub juga bisa digabungkan dengan Voice over IP (VoIP) bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan membuka layanan customer service dalam skala yang besar.

Suatu perusahaan yang menggunakan network switch tentunya harus selalu mengontrol performa dari alat tersebut. Untuk melakukan hal tersebut, ada beberapa metode yang bisa digunakan. Salah satunya adalah Port Mirroring. Metode ini akan memungkinkan switching hub untuk mengirimkan sebuah hasil kopian dari database network. Nantinya, database tersebut akan digunakan sebagai bagian dari monitoring jaringan koneksi yang ada pada suatu ruang lingkup switching hub. Selain itu, metode lain yang bisa digunakan adalah SMON atau Switch Monitoring. Metode ini berisi protokol penting dalam mengontrol dan memonitor segala aktivitas yang ada di switching hub. Oleh karena itu, pengguna switching hub harus selalu memonitor dan mengecek performa dari alat yang digunakan. Selain itu, proses transfer data yang berjalan juga harus selalu diperhatikan kondisinya.