Jet Tempur Generasi Keenam As: Lebih Siluman Dari Pengebom B

Akan menjadi masalah besar bagi musuh jika jet tempur AS yang terbaru dapat menggabungkan desain dan teknologi baru agar lebih siluman daripada pesawat pengebom.

Angkatan Udara Amerika Serikat telah secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah membangun dan menerbangkan pesawat tempur generasi keenam yang baru. Namun, The National Interest mencatat, banyak pihak yang mungkin mempertanyakan pertanyaan berikut: Mungkinkah itu pesawat paling siluman, tercepat, dan paling mematikan yang pernah ada? Bagaimana jika pesawat itu dibuat sama siluman seperti pengebom B-21?

Baca juga:Jet Tempur Generasi Keenam AS, Sama Seperti F-35 atau Lebih Unggul?

Memang sangat sedikit yang telah diketahui tentang seperti apa desain sebenarnya atau vendor mana yang membuatnya. Namun, Northrop Grumman dan Lockheed Martin telah mengerjakan jet tempur generasi keenam awal. Kedua prototipe itu terlihat lebih siluman dari apa pun yang pernah terlihat.

“Lockheed Martin merangkul visi Angkatan Udara AS tentang pesawat tempur Next Generation Air Dominance (NGAD). Sebagai perusahaan, kami telah mengimplementasikan berbagai perangkat digital untuk mewujudkan visi ini. Mulai dari iterasi desain cepat, produksi digital, dan pemeliharaan kemampuan canggih ini memastikan keuntungan militer yang digunakan anggota layanan kami saat ini dan yang diharapkan di masa depan,” tutur John Losinger, juru bicara program pesawat tempur F-35 dari Lockheed Martin kepada The National Interest dalam sebuah pernyataan.

Pesawat pengebom siluman B-2. (Foto: Wikimedia Commons)

Satu hal yang pertama kali terlihat adalah bahwa konfigurasi siluman dari gambar Northrop dan Lockheed yang tersedia menunjukkan hampir tidak ada struktur vertikal. Gambar Lockheed menunjukkan badan sayap campuran horizontal yang terlihat lebih datar dan lebih horizontal dari apa pun yang pernah dilihat. Gambar pesawta tempur itu juga tidak memiliki ujung ekor atau “sirip” yang menonjol di mana pun.

Hal ini penting karena struktur vertical dalam bentuk apa pun menyajikan konfigurasi dan kontur yang berpotensi lebih rentan untuk diidentifikasi oleh “ping” radar balik yang diterima oleh pertahanan udara musuh. Tidak adanya sirip dan bentuk vertikal pada gambar tampaknya menunjukkan bahwa mungkin ada kemungkinan baru dalam hal teknologi yang memungkinkan manuver udara berkecepatan tinggi.

Lubang mesin pada gambar pesawat Lockheed yang tersedia memanjang sejajar dengan bentuk badan pesawat, di bawah sayap dan lebih menyatu dari apa pun yang ada hingga saat ini. Bentuk lubang mesin pesawat itu menyarankan cara baru untuk mengatur aliran udara masuk yang kemudian akan dikompresi, dikombinasikan dengan bahan bakar, dan dinyalakan untuk menghasilkan daya dorong mesin. Selain itu, gambar pesawat Lockheed menunjukkan lubang mesin “di bawah”, sebagai lawan dari pesawat pengebom B-2 dan B-21 yang memiliki lubang mesin di atas badan pesawat.

Renderingnya terlihat seperti mesin ganda, tetapi mesinnya sendiri tampak seperti “punuk” kecil, bahkan lebih menyatu daripada pesawat pengebom B-2. Meski pesawat tempur generasi keenam hampir pasti jauh lebih cepat dan lebih bermanuver daripada sebuah pengebom, hampir bisa dikatakan badan pesawat terlihat agak mirip dengan pengebom B-2 atau B-21, mengingat tidak adanya struktur vertikal sama sekali.

Hal ini sangat penting, karena pesawat pengebom dirancang agar sepenuhnya tidak dapat dideteksi baik radar keterlibatan (engagement radar) frekuensi tinggi maupun radar pengintai frekuensi rendah. Radar pengintai seringkali tidak mampu melacak, menargetkan, atau “menyerang” pesawat dari dekat, seringkali dapat menentukan apakah ada suatu hal relevan yang hanya terdapat di space tersebut.

Baca juga:Jet Tempur Generasi Keenam AS Buat F-35 dan F-22 Tak Lagi Istimewa

Namun, pesawat pengebom B-2 dan B-21 dibangun untuk menghindari pengawasan serta radar keterlibatan untuk melakukan misi serangan tanpa disadari musuh. Mengingat kemampuannya untuk tetap sepenuhnya tidak terdeteksi, pengebom B-2 dan B-21 tidak dibuat untuk pertempuran udara atau manuver dengan kecepatan tinggi, melainkan direkayasa sebagai pengebom siluman ketinggian tinggi yang mampu meluncurkan serangan tanpa terdeteksi sama sekali.

Oleh karena itu, tidak adanya struktur vertikal adalah alasan besar mengapa pengebom siluman adalah kendaraan militer paling siluman yang pernah ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik. Bisakah pesawat tempur multi-peran berkecepatan tinggi dan bermanuver tinggi dibuat untuk menjadi siluman seperti pengebom? Itu akan menjadi perkembangan besar yang luar biasa.

Mengambil konsep ini sedikit lebih jauh, terbukti bahwa jet tempur siluman dengan beberapa struktur vertikal yang menonjol, meski masih dapat menghindari radar keterlibatan (engagement radar), mungkin sedikit terdeteksi oleh radar pengintai. Singkatnya, musuh mungkin dapat mendeteksi bahwa pesawat tempur siluman seperti F-35 ada “di sana”, tetapi tidak dapat menargetkannya dengan cara apa pun.

Penargetan sebenarnya membutuhkan sinyal radar frekuensi sangat tinggi yang sempit yang mampu melacak pergerakan kecil dan menghasilkan rendering pesawat yang lebih menyeluruh. Pada dasarnya, meskipun sangat tidak mungkin radar keterlibatan paling canggih sekalipun akan dapat menyerang jet tempur generasi kelima, ada kemungkinan F-22 atau F-35 dalam beberapa kasus dapat sedikit “terdeteksi” untuk pengawasan radar sampai tingkat tertentu, tergantung pada efektivitas sistem pertahanan udara musuh.

Inilah sebabnya mengapa pesawat tempur F-22 dan F-35 dibangun dengan kemampuan manuver kecepatan tinggi dan senjata udara-ke-udara yang canggih, karena mereka dapat melakukan pertempuran udara untuk bertahan hidup jika diperlukan.

Akhirnya, semua ini bukan berarti F-35 akan segera disingkirkan, karena mungkin jet tempur itu memang tahan terhadap semua jenis radar. Pentagon telah mengerjakan proses peningkatan yang rumit untuk F-35 dan berencana untuk memanfaatkan teknologinya selama bertahun-tahun. Faktanya, The National Interest melaporkan, Angkatan Udara Amerika Serikat berencana menerbangkan F-35 hingga 2070 atau lebih lama lagi.

Penerjemah: Fadhila Eka Ratnasari

Editor: Aziza Larasati

Keterangan foto utama: Pengebom Siluman Angkatan Udara AS B-21 Spirit Stealth Bomber berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Nellis, Nevada, 1 Juni 2017, sebagai bagian dari misi pelatihan sore selama Pelatihan Instruktur Senjata. (Foto: Garda Nasional Udara AS)

Jet Tempur Generasi Keenam AS: Lebih Siluman dari Pengebom B-2?